Rabu, 24 Januari 2018
Wisata Gunung Kelud
Gunung kelud adalah salah satu gunung berapi di Jawa Timur. Gunung ini menjadi salah satu destinasi utama wisata masyarakat sekitar karena keindahannya. Gunung kelud terletak di 3 perbatasan, yaitu antara kabupaten kediri, kabupaten Blitar, dan kabupaten Malang. Walaupun gunung kelud tidak terlalu tinggi namun keindahan di lokasi ini cukup indah membuat mata terpesona.
Di sepanjang jalan menuju gunung kelud kita melewati kebun nanas yang sangat indah. Para pengunjung juga bisa berfoto di pinggir jalan dengan pemandangan hamparan kebun nanas. Dan kita bisa merasakan sensasi memetik secara langsung dan mencicipi kesegaran dari nanas madu. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati Taman Agro Margomulyo dan Kampung Anggrek di lereng gunung kelud dengan keindahan bunga berwarna warni.
Fasilitas-fasilitas penunjang yang ada di gunung kelud adalah adanya tempat beribadah untuk para pengunjung yang menuaikan ibadah ketika berada di gunung kelud. Di sekitar area terdapat juga toilet untuk pengunjung yang ingin buang air kecil dan besar. Bagi pengunjung yang merasa kelelahan dan lapar saat perjalanan tidak perlu khawatir, karena ada tempat untuk beristirahat dilengkapi dengan tempat makan. Di gunung kelud terdapat mobil mobilan trel kecil untuk properti berfoto dan berkeliling disekitar gunung kelud. Disana banyak fotografer yang menawarkan untuk memfoto pengunjung, jika pengunjung ingin foto akan dikenakan biaya Rp 10.000. Saat sampai di gunung kelud kita harus memakirkan motor, karena jalan menuju puncak masih sedikit sulit karena akibat dari letusan. Kita harus berjalan lumayan lama untuk mencapai puncak.
Saat di Gunung kelud kita melewati jalan misteri/ mysterious Road : Jalan Misterius Yang Membuat Mobil Berjalan Naik sendiri. Mysterious Road merupakan jalan paling aneh pasca terjadi letusan pada 2014 silam, jalan ini muncul dan mengagetkan warga sekitar, karena di jalan ini apabila anda menggunakan mobil dengan posisi mesin menyala dan perseneling gigi kondisi netral atau nol (0), mobil bukannya mundur ke belakang akan tetapi mobil akan melaju ke atas mengikuti jalan yang menanjak ke atas, fenomena aneh ini seperti yang terjadi di Arab Saudi yakni di bukit magnet, yang mana kendaraan akan berjalan sendiri walau kondisi mesin mati. Pengunjung bisa mencobai jalan misteri ini tetapi tetap harus hati-hati yaa, karena kalau tidak bisa mengendalikan kecepatan kendaraan bisa terperosok.
Wisata tujuan utama yang paling memukau adalah "KUBAH LAVA" yang bisa dinikmati di puncak Gajah Mungkur yang sudah didesain sedemikian rupa dengan dibangun gardu dengan tangga yang terbuat dari semen, disini anda bisa menikmati Kubah Lava gunung kelud pada pagi dan malam hari yang ditambah lagi dengan penerangan lampu warna warni pada malam hari sehingga semakin mempercantik pemandangan alam saat terjadi Kubah Lava disekitar puncak gunung, namun cukup menantang apabila mengunjunginya pada malam hari. Ada juga panjat tebing di puncak sumbing, bagi anda pencinta alam yang menyukai olahraga yang cukup ekstrim ini, anda bisa mencobanya, setelah puas dengan aksi panjat tebing, anda bisa langsung mencoba wahana Flying Fox yang akan menguji adrenalin anda untuk melihat dari area tinggi kawasan gunung kelud dengan bergelantungan,
di objek wisata Gunung Kelud bersama dengan sahabat ataupun keluarga, kamu harus tahu beberapa spot berfoto sehingga hasil fotomu nanti akan terlihat keren. Kamu dapat berfoto dengan berlatar belakang panorama alam yang indah dari tempat wisata tersebut. Kamu juga bisa berfoto bersama sahabat maupun keluarga di sekitar kubah lava dari gardu pandang yang terdapat di Puncak Gajah Mungkur. Disana juga terdapat keindahan air terjun, air terjun itu ada dibawah tetapi kita bisa melihatnya dari atas.
Biaya masuk ke area gunung kelud kita dipatok harga dengan Rp 23.000,00/motor. Sangat murah kan guys. Rute menuju Gunung kelud dari Jl erlangga/Jl raya kediri-pare keluar bundaran ke Jl totok kerot. Selanjutnya belok kiri ke Jl raya wates-kediri belok sedikit ke kiri menuju Jl raya kediri. Di bundaran ambil jalan keluar ke 2 menuju Jl raya tawang. Setelah itu, belok kiri ke Jl kelud. Terus lurus ke Jl wates-ngancar tetap di di Jl wates-ngancar belok kiri sejauh 0,2 km dan belok kanan sejauh 0,7 km. Selanjutnya terus ke Jl kediri-kelud belok kanan untuk tetap di Jl kediri-kelud kemudian belok kanan sejauh 3km terus ke Jl Gn kelud blitar.
Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan :
1. Perhatikan waktu keberangkatan, usahakan pada pagi hari.
2. Jalan yang akan kita lewati lumayan menantang, mendaki, menurun yang cukup ekstrim, maka harus berhati-hati.
3. Perlu juga diperhatikan kondisi tubuh anda, pastikan tetap fit karena kita butuh energi untuk dapat menikmati keindahan objek wisata gunung Kelud.
4. Gunakan alas kaki yang nyaman
5. Sebaiknya anda membawa jas hujan untuk jaga-jaga bila turun hujan.
6. Bawa juga jaket atau pakaian tebal.
7. Jangan buang sampah sembarangan.
8. Jadilah treveller yang menjaga kelestarian lingkungan jangan merusaknya
Okee guys sudah tau kan tentang Gunung Kelud.. tunggu apalagi buruan liburan kesana bersama keluarga, teman, sahabat, bahkan gebetan juga bisa😁.
Cukup sampai disini yaa ulasanku tentang Gunung kelud, Terima kasih.
Selasa, 16 Januari 2018
Wisata Makam Sunan Drajat
Haiii guys putri balik lagi nih... Kali ini aku akan mengenalkan wisata Makam Sunan Drajat. Mulai dari kompleks bangunan makam, kisah Sunan Drajat menyebarkan agama, filosofi ajaran Sunan Drajat, jalan menuju makam.
Sunan Drajat adalah salah seorang putra Sunan Ampel dari perkawinannya dengan Nyi Ageng Manila atau dikenal juga dengan Dewi Condrowati, yang lahir pada tahun 1470 Masehi.
Makam Sunan yang bernama asli Raden Qosim ini berada di desa Drajat, kecamatan Paciran, Lamongan. Berada sekitar 1 km sebelah selatan pertigaan Drajat di Pantura (Pantai Utara) Lamongan, atau sekitar 29 km sebelah utara pertigaan Sukodadi.
Saat memasuki kompleks makam Sunan Drajat, kita akan disambut dengan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan batuan yang tersusun tanpa semen. Bangunan ini memang menjadi ciri khas makam yang dipugar tahun 1992 tersbut. Berbeda dengan kompleks makam Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Bonang di Tuban yang merupakan ayah dan saudara kandung Sunan Drajat.
Kompleks makam dua sunan tersebut tampak lebih modern. Pepohonan yang rindang menjadi peneduh di kompleks makam ini. Cukup membuat sejuk, mengingat daerah Drajat yang termasuk pesisir mempunyai cuaca yang panas. Dari gerbang masuk, kita akan melewati jalan setapak menuju ke makam Sunan Drajat. Di kiri kanan jalan setapak ini kita bisa melihat banyak makam lain dan di antara pepohonan. Setelah melewati jalan setapak kita harus melewati tangga, tangga ini diapit oleh gapura berbentuk paduraksa, namun gapuranya sudah rusak akibat gempa bumi yang terjadi pada tahun 1950. Setelah melewati gapura paduraksa ini, peziarah lanjut mendaki lagi dengan menaiki 3 undakan (anak tangga). Pada halaman ini terdapat bangunan berbentuk pendopo joglo yang tinggi dan luas di mana di tengah-tengahnya terdapat bangunan makam Sunan Drajat berbentuk cungkup yang beratap sirap dengan hiasan memolo atau mustaka di puncaknya.
Secara arsitektural, bentuk bangunan makam Sunan Drajat dibagi menjadi dua bagian, yaitu cungkup utama dan sitihinggil. Di dalam bangunan cungkup terdapat ruangan, yaitu ruang dalam tempat makam Sunan Drajat dan isterinya, dan ruang langkan yang berfungsi sebagai tempat berdoa para peziarah.
Jadi, cungkup yang merupakan bangunan utama makam Sunan Drajat ini terletak pada halaman paling belakang sebagai bangunan tersakral. Denah ini mengadopsi sistem punden berundak hasil akulturasi dari kepercayaan masyarakat sebelumnya, yaitu Hindu dan Buddha, di mana tempat yang paling tinggi merupakan tempat tersakral.
Setelah rangkaian nyekar Sunan Drajat paripurna, peziarah bisa menuju ke arah timut cungkup. Di situ ada replika surau yang didirikan oleh Sunan Drajat dan santrinya di lokasi asal surau tersebut. Di sebelah utara surau, terdapat sumur yang konon dibuat oleh Sunan Drajat. Di sekitaran surau dan sumur ini, udara terasa sejuk sekali karena adanya pohon beringin besar nan rindang.
Sambil menuju pintu keluar makam, peziarah akan melewati sebuah museum. Museum tersebut bernama Museum Khusus sunan Drajat. Peziarah bisa masuk ke dalam museum tersebut secara gratis, tapi bila tidak berkenan, peziarah bisa langsung keluar dari kompleks makam Sunan Drajat karena pintu keluarnya kebetulan berada di depan museum tersebut.
Pada pintu keluar ini, peziarah akan menuruni tangga yang kemudian terhubungan dengan halaman parkir yang sangat luas. Di antara undakan dengan halaman parkir tersebut, terdapat beberapa kios cindera mata maupun warung makan yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Wisata Ziarah Makam Sunan Drajat Lamongan , bisa dibilang sebuah wisata religi , yang lengkap akan fasilitas dan pelayanan di antaranya musholla, tempat parkir, tempat makan, area parkir yang luas, dan sebagainya. Makam Sunan Drajat ini di buka setiap hari 24 jam, namun untuk museumnya hanya buka pagi hingga menjelang petang. Makam ini jarang terlihat sepi oleh pengunjung, dan akan sangat ramai di hari-hari besar islam seperti di bulan Rajab atau Romadhon.Setelah selesai berkunjung, sepanjang jalan keluar dari makam, kita akan melewati pedagang-pedagang yang menjual aneka oleh-oleh baik berupa makanan atau pakaian seperti di kebanyakan makam Walisongo lainnya. Untuk masuk ke dalam makam sebenarnya tidak dikenakan biaya alias gratis.
Sunan Drajat menyiarkan agama Islam lewat tembang-tembang macapat yang berbentuk pangkur. Masyarakat yang dulunya memiliki kepercayaan animisme-dinamisme ‘tersihir’ dengan nada-nada pangkur yang berisi kandungan Al-Qur’an yang dibawakan olehnya.
Sunan Drajat juga dikenal dengan tutur katanya yang menyejukkan. Oleh karena itu, ia mendapat julukan Sunan Mayang Madu dari Raden Patah, sultan Kerajaan Demak. “Mayang berati kembang (bunga) dan madu berarti mengobati. Ini sebagai ungkapan yang menggambarkan setiap tutur beliau yang menyejukkan,” ucap Pak Edi, juru kunci makam Sunan Drajat.
Sunan Drajat menggunakan media gamelan untuk iringan tembang mocopatnya. Dan gamelan-gamelan tersebut masih tersimpan di dalam museum yang letaknya di sebelah timur makam. Selain gamelan, di dalam museum juga terdapat kitab-kitab yang dulunya milik Sunan Drajat, juga keramik dalam bentuk piring, mangkuk, sendok, dan lain-lain. Selain barang tersebut, masih banyak peninggalan Sunan Drajat lainnya di museum ini.Di sepanjang jalan menuju ke makam ini juga kita akan menaiki beberapa anak tangga.
Di setiap tingkatan anak tangga tersebut, kita akan menemui tulisan satu demi satu dari tujuh filosofi ajaran Sunan Drajat dalam menyebarkan Islam.
Ketujuh filosofi itu adalah:
*Memangun resep tyasing sasomo (Kita harus selalu membuat senag hati orang lain).
*Jroning suka kudu eling lan waspada (Dalam suasana riang, kita harus ingat dan waspada).
*Laksmitaning subrata tan nyipta marang pringgabayaning lampah (Dalam perjalanan mencapai cita-cita luhur, kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan).
*Meper hardaning pancadriya (Kita harus selalu menekan gelora hawa nafsu).
*Heneng-hening-henung (Dalam keadaan diam, kita akan memperoleh keheningan dan dalam hening itulah kita akan mencapai cita-cita luhur).
*Mulya guna panca waktu (Suatu kebahagiaan lahir batin akan kita capai dengan sholat lima waktu).
*Menehana teken marang wong kang wuta, Menehana mangan marang wong kang luwe, Menehana busana marang wong kang weda, *Menehana ngiyop marang wong kang kodanan.
Rute perjalanan ke makam sunan drajat dari Jl kedondong, perban, kec Tuban kabupaten Jawa Timur ke arah selatan di Jl wahidin Sudiro husodo belok kiri ke Jl masjid Al falah. Selanjutnya belok kiri ke Jl kragan-rembang di bundaran ambil jalan keluar ke 2 menuju Jl Tuban-Gresik, belok kanan ke Jl RE-Martahinata. Kemudian terus lurus ke Jl Tuban-Gresik sejauh 22,6 km, terus ke Jl raya paciran. Selanjutnya terus ke Jl Tuban-Gresik belok kanan ke Jl raya dagan sejauh 0,8 km kemudian belok kanan dan belok kiri. Tujuan sudah sampai di Jl sunan drajat paciran, kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Aku ke Makam Sunan Drajat bersama orangtuaku kami berangkat dengan naik bis bersama dengan rombongan. Kami berangkat pukul 16.00. Pada saat itu tujuan kami bukan hanya di Makam Sunan Drajat saja. Kami sampai di makam pukul 08.30 siang hari minggu. Setelah kami memakirkan bis kami berjalan kaki menuju makam. Pada saat itu cuaca sangat panas sekali, setelah berjalan kaki yang lumayan jauh kami sampai di area makam. Disana banyak sekali penjual yang menjajakan aneka oleh oleh seperti dodol, gantungan kunci, tasbih, kopyah, mukena, dll. Kami memasuki makam tanpa dipungut biaya. Sebelum ke makam kami berwudhu terlebih dahulu kemudian menuju makam. Setelah selesai berdo'a dan tahlil kami keluar dari area makam. Dan tidak lupa kami membeli oleh oleh dan berfoto.
Sekian yaa guys ulasa ku tentang makam sunan drajat..tungguin blog ku selanjutnya ya.
Jumat, 12 Januari 2018
Wisata Negeri Dongeng Blitar
Hallo guys jumpa lagi dengan saya putri kali ini aku akan mengenalkan wisata yang lagi hitz nih yaitu Negeri Dongeng.
Kota Blitar yang selalu identik dengan kawasan wisata Makam Bung Karno yang telah terkenal hingga ke luar negeri bamun selain sebagai kawasan wisata religi di Kota Blitar juga terdapat beragam kawasan wisata baru yang saat ini sedang dikembangkan, dan salah satunya yang sedang hits yaitu Negeri Dongeng Blitar yang merupakan wisata kekinian yang wajib dikunjungi. Kawasan wisata Negeri Dongeng Blitar terletak di Desa Kawedusan, kecamatan Ponggok kabupaten Blitar Jawa Timur.
Wisata Negeri Dongeng ini sangat tepat dijadikan sebagai kawasan untuk berwisata anak muda dan keluarga yang suka berfoto selfie ataupun yang menyukai fotografi. Di wisata ini terdapat kumpulan landmark keajaiban dunia yang keren-keren, menjadi spot foto selfie yang kece banget. Bila di Jogja ada wisata The World Landmark Merapi Park, begitu juga di Puwokerto ada small world puwokerto, nah di blitar ada wisata Negeri Dongeng. Ada berbagai landmark keajaiban dunia yang bisa kamu jadikan sebagai spot foto selfie yang keren antara lain: candi borobudur, monumen piza, piramida giza mesir, kincir angin belanda colosseum roma,menara eiffel, dan patung liberty.
Wisata Negeri Dongeng Blitar ini tidak hanya menyajikan aneka landmark dunia saja, tetapi juga memiliki area kebun belimbing yang luas dan dilengkapi dengan tempat duduk buat para pengunjung untuk bersantai,dengan kondisinya teduh dan terasa asri dibawah rindangnya pohon. Selain itu, juga terdapat permainan yang menantang yang menjadi spot foto selfie yaitu sepda terbang dan karpet aladin dengan paronama alam menajdi spot slfie yang keren. Dari ketinggian nampak jelas pemandangan gunung pegat.
Wisata ini juga sebagai wisata edukasi bagi anak-anak agar mengenal bangunan keajaiban dunia. Paronama alam gunung pegat juga nampak secara jelas dari sana ditambah lagi ada spot fot yang berbentuk bintang yang menambah keindahan. Di sana juga tersedia tempat makan bagi para pengunjung yan kelaparan tidak perlu khawatir anda bisa membelinya, dengan tempat duduk ber atap payung berwarna-warni yang menambah kesa keindahan. Di sana juga terdapat kolam terapi ikan jadi para pengunjung bisa mencoba terapi ikan. Harga tiket masuk ke negeri dongeng untuk hari senin-jum'at Rp 7.500 sabtu-minggu Rp 10.000.
Rute ke Negeri dongeng dari arah selatan Jl kabupaten lama belok kanan menuju jL panglima sudirman. Setelah itu belok kiri. Ke Jl panglima sudirman terus kw Jl sumber urip sumoharjo. Terus ke Jl sersan suhamarji kemudian belok kiri ke Jl waringin, belok kanan ke Jl raya- kediri blitar. Terus ke Jl raya dandong srengat. Setelah itu terus ke Jl kaya bagelena, terus ke Jl raya kediri-blitar. Belok kiri ke Jl raya kawedusan. Tujuan anda ada di sebelah kiri.
Okee sekarang aku akan menceritakan sedikit pengalamanku di Negeri Dongeng. Aku kesana bersama keluargaku. Kami berangkat pukul 10.00, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam kami sampai disana. Setelah memakirkan motor dengan biaya parkir Rp 3000 kami memasuki area dengan membeli tiket Rp 10.000/orang. Aku da kakakku langsung berfoto di landmark. Setelah berfoto aku mencoba terapi ikan awalnya terasa geli dikaki tetapi lama kelamaan terasa enak. Setelah di kolam terapi ikan kami duduk duduk membeli makanan. Kami pulang pukul 13.30 .
Sekian guys untuk blog ku kali ini..jumpa lagi di blog selanjutnya pastinya dengan wisata yang lebih menarik.
Kamis, 12 Oktober 2017
Wisata Makam Sunan Bonang
Haiii guys putri balik lagi nih.. Kali ini aku akan ngenalin salah satu tempat wisata di Tuban yaitu Makam Sunan Bonang. Aku akan kadih tau tentang asal usul Sunan Bonang, prasasti sunan Bonang, jalan yang dilewati ke makan Sunan Bonang. Okeee langsung saja yaa guyss....
Makam Sunan Bonang terletak di jalan Panglima Sudirman no 62, Sukililo Kec Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Komplek makam Sunan Bonang ini merupakan salah satu destinasi unggulan untuk wisata religi di Jawa Timur. Semua fasilitas dan pelayanan tersedia. Mulai dari kios-kios suvenir, area pejalan kaki yang lebar dan teduh, area parkir yang memadai, tempat istirahat, tempat makan, tempat salat semuanya nyaman dan bersih, semua ditata dengan sangat baik. Area parkir juga sangat luas untuk bis dan elev. Makam Sunan Bonang masih ditutupi lagi dengan kelambu, sehingga terkesan sangat keramat, di kompleks tersebut juga ada sebuah masjid yang dikenal dengan nama Masjid Astana Sunan Bonang. Pada halaman pertama ini terdapat dua bangunan pendopo, dan terletak bersebelahan.Bangunan pendopo itu bentuknya limasan dan konstruksi bangunan kayu, namun tidak berdinding. Unsur bangunan yang perlu diperhatikan disini adalah umpak- umpaknya, yang berwarna putih dan terbuat dari tulang ikan pari. Kompleks makam Sunan Bonang dikelilingi tembok dan terbagi menjadi tiga halaman yang disusun berurut ke belakang dari arah selatan ke utara, masing-masing halaman dibatasi pagar tembok penghubung antara halaman satu dengan yang lain berupa gerbang berbentuk paduraksa. Di kompleks makam Sunan Bonang banyak pula ditemukan nisan-nisan kuno dari batu andesit. Di kompleks tersebut, selain makam Sunan Bonang juga terdapat makam para Bupati dan kerabat Sunan Bonang.Makam Sunan Bonang terdiri dari Jirat dan Nisan. Bentuk Jirat makam Sunan Bonang seperti profil candi. Pada Nisan makam Sunan Bonang terdapat hiasan yang menyerupai hiasan surya Majapahit. Di dalam kompleks makam Sunan Bonang terdapat dua buah prasasti singkat yaitu,
1. Pintu gerbang pertama.
Di bagian atas pintu gerbang pertama terpahat sebaris tulisan dengan huruf Jawa berbunyi rasa tunggal pandhita wahdat. Kalimat itu sesuai dengan nama Sunan Bonang yang juga disebut Sunan Wahdat di dalam Suluk Wujil. Kalimat rasa tunggal pandhita wahdat merupakan sebuah kronogram (candra sengkala) yang melambangkan nilai angka tertentu, yaitu: rasa (rasa) bernilai 6, tunggal (tunggal), pandhita (pendeta), dan wahdat (selibat). Angka itu apabila dibaca dari kanan ke kiri atau dibalik menjadi tahun 1716Jawa(1789 M).
2 Alas dinding makam.
Sebilah kayu jati yang digunakan alas dinding (gebyok) makam Sunan Bonang di sebelah kanan tangga atau pintu masuk dipahat dengan tulisan Jawa Baru yang sebagian sudah aus.Prasasti singkat itu berbunyi Janma wahyana kayuning SAWit jagat. Kalimat itu berarti ‘hakekat manusia merupakan batang kayu (pohon) dunia’. Kalimat Janma wahyana kayuning SAWit jagat merupakan candra sangkala atau angka tahun yang melambangkan nilai angka tertentu, yaitu: janma (manusia) bernilai 1, wyahana (hakekat, keadaan) 1, kayu (kayu, pohon) 6, dan SAWit jagat (pohon, awal dunia) 1. Jadi berarti tahun 1611 Jawa (1687 M). 178 – 183.
Nama asli sunan bonang adalah raden makhdum ibrahim. ia merupakan putra sunan ampel dan dewi candrawati yang sering disebut nyai ageng manila. Sejak kecil, ia sudah diberi pelajaran agama islam secara tekun dan disiplin oleh ayahnya yang juga seorang anggota wali sanga. Dan, ini sudah bukan lagi rahasia lagi bahwa latihan para wali lebih berat dari pada orang biaya pada umumnya. Ia adalah calon wali terkemuka, maka Sunan Ampel mempersiapkan pendidikan sebaik mungkin sejak dini.Ketika R. Ibrahim berumur 7 tahun, beliau pergi mengaji ke Mesir selama 6 bulan.
Setelah sampai di tanah Jawa, R. Ibrahim langsung masuk ke kebun ayahnya tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Beberapa hari kemudian Sunan Ampel baru mengetahui bahwa di dalam kebunnya ada seorang pemuda, anehnya saat itu Sunan Ampel tidak mengenal siapa dia sebenarnya dan dari mana asal usulnya. Ketika ditanya R. Ibrahim sendiri juga tidak menjelaskan siapa dirinya sebenarnya.
Oleh Sunan Ampel, R. Ibrahim dipercaya untuk mengajar dan menjadi kepala pondok milik Sunan Ampel. Perintah tersebut dilaksanakan dengan baik selama 40 hari, akhirnya barulah diketahui siapa sebenarnya pemuda tersebut.
R. Ibrahim mendapat perintah dari ayahnya untuk pergi mengembara dengan suatu wasiat agar R. Ibrahim naik ke Gunung Dumas, dan tidak boleh berhenti sebelum sampai di suatu hutan yang namanya Alas Kemuning. Bertahun-tahun R. Ibrahim mengembara tanpa makan dan tidur hingga akhirnya ditemui oleh Nabiyullah yang bernama Chidir, dan diperintah agar R. Ibrahim turun pada sebuah batu kemuning.
Empat hari kemudian Nabi Chidir menemui kembali dengan menunjukkan bahwa hutan inilah yang dimaksud dengan hutan atau alas Kemuning, serta memerintahkan agar R. Ibrahim bermukim di tempat itu. Setelah R. Ibrahim menetap di alas Kemuning, beliau mendapat perintah untuk berkhalwat (bertapa) pada sebuah batu, dan batu itulah yang kita kenal dengan Pasujudan (tempat sujudnya R. Ibrahim kepada Allah SWT).
Ketika R. Ibrahim berumur 30 tahun beliau menerima pangkat kewalian dari guru Mursyid, dan dikenal dengan nama Kanjeng Sunan Bonang. Tahun 1525 M, Raden Maulana Makdum Ibrahim Sunan Bonang wafat dalam usia kurang lebih 60 tahun, dimakamkan di rumah kediaman beliau (Ndalem) di desa Bonang Lasem. Setengah riwayat menyebutkan bahwa makam beliau terletak di Tuban, ada pula yang mengatakan di Madura. Semua itu menunjukkan karomahnya Sunan Bonang yang mungkin terjadi bagi seseorang yang menjadi kekasih Allah (Waliyyullah). Hal ini mempunyai hikmah bagi para pengikutnya.
Tentang bangunan ndalem/pesarean Kanjeng Sunan Bonang ada yang berpendapat:
a. Dibangun oleh Saudagar dari Juwana.
b. Bekas rumah kadipaten Bonang Binangun Ny. Ageng Malaka (kakak Sunan Bonang).
Sunan Bonang adalah sosok yang patut diteladani atas upayanya membangun harmoni antar-umat beragama.
Hal ini antara lain tampak dari adanya sejumlah tempat ibadah di sekitar alun-alun Tuban yang hingga saat ini masih berdiri tegak dan digunakan untuk beribadah. Bangunan masjid, kelenteng, pura dan gereja yang membentuk seperti kompleks tersebut telah dibangun sejak zaman Sunan Bonang Prasasti Kalpataru, Buah Pemikiran Sunan Bonang
Bukti toleransi dan keberagaman keberadaan tersebut tampak dalam Prasasti Kalpataru yang merupakan rangkuman dari buah pemikiran Sunan Bonang.
Pada prasasti setinggi 180 cm tersebut terukir empat tempat ibadah untuk agama berbeda-beda yakni masjid mewakili agama Islam, candi mewakili agama Hindu, Kelenteng mewakili Tridharma (Buddha, Tao dan Konghucu) serta wihara mewakili agama Buddha. Satu lagi, terdapat arca megalitik atau kebudayaan mewakili pemujaan leluhur.
Melalui prasasti tersebut kita bisa memaknai sebagai adanya ajaran dan kepercayaan yang berbeda-beda tidak membuat mereka terpecah-belah. Melalui sikap toleransi dalam masyarakat berbeda-beda agama itulah kenapa Islam dapat menyebar secara luas. Sunan Bonang banyak menggubah sastra berbentuk suluk atau tembang tamsil. Antara lain Suluk Wijil yang dipengaruhi kitab Al Shidiq karya Abu Sa'id Al Khayr. Sunan Bonang juga menggubah tembang Tombo Ati (dari bahasa Jawa, berarti penyembuh jiwa) yang hingga kini sering dinyanyikan dan tak asing bagi umat Islam.
Tembang Tombo Ati bermakna penyembuh jiwa, menceritakan ada lima hal yang bisa dilakukan jika hati ingin tenang. Yaitu membaca Al Qur'an dan maknanya, menjalankan salat malam, berkawan dengan orang saleh, perut yang lapar (puasa) dan zikir malam.
Sunan Bonang Kreator Gamelan Jawa
Sunan Bonang juga menggubah sekaligus menjadi kreator gamelan Jawa seperti sekarang, dengan menambahkan instrumen bonang. Gubahannya memiliki nuansa zikir yang mendorong kecintaan pada kehidupan transedental (alam malakut).
Dalam pentas pewayangan, Sunan Bonang adalah dalang yang piawai membius penontonnya. Kegemarannya adalah menggubah lakon dan memasukkan tafsir-tafsir khas Islam. Sunan Bonang menguasai ilmu fiqih, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, dan juga arsitektur. dikisahkan bahwa sunan bonang pernah mernaklukkan seorang pemimpin perampok dan anak buahnya. ia hanya mempergunakan tembang dan gending, ya geding sunan bonang bisa menaklukkan perampok. Kebondanu dan anak buahnya tidak mampu bergerak, begitu gending ditabuh. Seluruh persendian mereka seperti dilucuti dari tempatnya, sehingga mereka gagal melaksanakan niat jahatnya.
Rute jalan yang dilewati ke Makam Sunan Bonang yaitu:
Dari jalan Kragan-Rembang-Surabaya, Jenu, kabupeten Tuban, Jawa Timur ke arah barat daya menuju jalan Kragan-Rembang-Surabaya/Jl pantura belok kiri ke Jl Kragan-Rembang-Surabaya/Jl raya-Tuban-Semarang dan lanjutkan untuk mengikuti Jl Pantura. Kemudian belok kiri ke Sukolilo gang 04 dan tujuan anda sudah sampai.
Aku ke Makam Sunan Bonang bersama orangtuaku kami berangkat dengan naik bis bersama dengan rombongan. Kami berangkat pukul 16.00. Pada saat itu tujuan kami bukan hanya di Makam Sunan Bonang saja. Kami sampai di makam pukul 11.00 siang hari minggu. Setelah kami memakirkan bis kami berjalan kaki mencari becak. Tarif untuk naik becak yaitu untuk berangkat Rp 10.000 dan untuk kembali Rp 15.000 dengan 1 becak diisi dengan 2 orang. Bila tidak ingin naik becak bisa berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh. Setelah naik becak kami memasuki area makam, di depan gapura depan makam banyak sekali penjual yang menjajakan aneka oleh oleh seperti dodol, gantungan kunci, tasbih, kopyah, mukena, dll. Kami memasuki makam tanpa dipungut biaya. Sebelum ke makam kami berwudhu terlebih dahulu kemudian menuju makam. Setelah selesai berdo'a dan tahlil kami keluar dari area makam. Dan tidak lupa kami membeli oleh oleh dan berfoto.
Sampai disini dulu yaa guys ulasan ku tentang makam sunan bonang.. Tungguin blog ku selanjutnya yaa...
Kamis, 05 Oktober 2017
Wisata Travelling Candi Penataran
Haiii bloggers seperti minggu-minggu sebelumnya kali ini aku travelling ke candi penataran... pada tau nggak sih candi penataran? Kalau nggak tau aku bakalan kasih tau ke kalian
Candi penataran adalah salah satu canfi bercorak Hindu peninggalan sejarah dari kerajaan Kediri/Kadiri yang terletak di Kabupaten Blitar, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Jawa Timur lokasinya ada disebelah utara kota Blitar. Candi penataran berada di sebelah lereng barat daya gunung kelud dengan ketinggian 450 m. Candi ini merupakan candi terluas dan berkategori termegah di kawasan Jawa Timur. Biaya masuknya juga cukup murah loo guys dengan Rp5000/motor dan Rp15000 untuk bis dan kendaraan pribadi kita bisa berkunjung ke candi penataran.
Sebenarnya nama asli candi ini adalah candi palah. Sejarah candi penataran Blitar, dibangun pada tahun 1194 M oleh raja Srengga (Syrengga/crnga) yang bergelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita. Crengalancana Digwijayatangadewa raja tersebut merupakan raja kerajaan kediri yang berkuasa pada tahun 1190-1200 M. Fungsi dari canfi penataran yang dibangun adalag untuk digunakan sebagai tempat upacara pemujaan, salah satu upaya untuk menangkan mara bahaya yang disebabkan oleh gunung kelud yang sering meletus.
Candi penataran kembali mendapatkan perhatian saat pemerintahan Jayanegara, yamg selanjutnya diteruskan oleh Tribuanatunggadewi serta Hayam Wuruk. Candi penataran menjadi candi negara yang resmi dengan status dharma lepas. Pada tahun 1815, candi penataran untuk pertama kalinya dilaporkan keberadaanya dalam catatan Inggris yang ditemukan oleh Sir Thomas Stanford Raffles (1781-1826), seorang gubernur Jenderal pemerintah kolonial Inggris yang dulunya pernah berkuasa di nusantara. Namun, hingga tahun 1850 candi penataran belum terlalu banyak dikenal orang dan mulai mendapatkan perhatian dari pemetintah sehingga akhirnya dipugar dan saat ini telah menjadi salah satu tempat wisata menarik di Blitar Jawa Timur
Pada 19 oktober 1995 candi penataran diajukan sebagai salah satu calon situs warisan dunia UNESCO dalam kategori budaya yang berasal dari Indonesia. Candi penataran yang saat ini madih berada dalam daftar tentatif (usulan dalam nominasi), yang masih menunggu proses evaluasi untuk layak tidaknya menjadi situs warisan dunia. Komplek candi penatarab terdiri dari gugusan benerapa bangunan yang membujur dari barat laut hingga tenggara, dengan pola linear dan menempati tanah seluas 12.946 m². Dibelakang candi utama,terdapat juga beberapa candi perwara dan balai pendopo. Halaman kompleks percandian dibagi menjadi tiga bagian yaitu halaman depan, tengah, dan belakang. Bagian depan terdiri dari :
-pintu gerbang utama
-Arca Dwarapala: Arca yang mengampit pintu gerbang.
-Sisa pinu gerbang
-Bale agung: terletak agak menjorok ke depan berfungsi sebagai tempat musyawarah bagi pendeta.
-pendopo teras: berfungsi sebagai tempat meletakkan sesajen dalam berbagai upacara keagamaan atau tempat peristirahatan raja maupun bangsawan lainnya.
Candi angka tahun merupakan bangunan paling terkenal dalam kompleks candi penataran.
Halaman tengah terdiri dari:
-Arca Dwarapala
-Sisa bangunan dari batu dan bata
-Candi naga
-Pondasi bata
Halaman belakang terdiri dari:
-Candi utama terdiri dari 3teras yaitu: teras pertama terdapat relief cerita ramayana, teras kedua terdapat cerita krenayana yang dibaca searah jarum jam, pada teras ketiga terdapar relief naga
-prasasti pola
Rute ke candi penataran dari arah kabupaten lama kampung dalem belok kanan ke Jl sultan agung belok kanan ke Jl sam ratulangi terus lurus ke Jl letjend. Mt. Haryono, terus lurus ke Jl lenjend Suparman. Belok kiri ke Jl panjaitan belok kanan ke Jl brigjend pol. IBH. Pranoto. Terus ke Jl durian belok kanan ke Jl raya-wates. Dibundaran ambil jalan keluar ke-2 menuju Jl raya-tawang. Belok kiri ke Jl kelud terus ke Jl raya kunjangi. Dilanjutkan terus ke Jl Ir. Soekarno belok kiri terus lurus ke Jl raya margo urip. Dan belok kanan ke Jl raya Blitar Kediri, terus ke Jl raya penataran kelud. Belok kiri ke Jl ps. Panden selorejo blitar. Kemudian belok kiri, belok kanan terus ke Jl raya penataran kemudian belok kanan dan belok kiri tujuan anda sudah sampai
Okee guys aku akan menceritakan pengalaman ku ke candi penataran aku kesana bersama ayah ku kami berangkat pada hari minggu. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam. Kami sampai disana delidepan gerbang kami harus membayad Rp 5000/motor. Setelah itu kami memakirkan motor dengan biaya parkir Rp 3000. Kami memasuki area disekitar jala masuk banya penjual kripik seperti kripik piang, ketela, bayam, dan gadung. Kami masuk ke area candi, kami mengelilingi candi dan berfoto. Di area candi juaga dilengkapi toilet dan masjid. Setelag capek berkeliling kami menuju parkiran dan tidak lupa membeli kripik dengan harga Rp 10.000 dapat 3.
Sekian dulu guys untuk blog ku saat ini tungguin postingan ku minggu depan yaaa....


